Shining Light
126th Street – Harlem, mungkin adalah salah satu pemukiman penduduk miskin yang paling terkenal di New York…
Seorang anak laki-laki di salah satu sudut jalan itu memunggut sepotong pecahan cermin, dan memantulkan sorotan cahaya matahari ke sebuah apartemen di rumah petak. Dia melakukan hal itu setiap hari…
Seorang polisi memperhatikan tingkah laku anak itu selama beberapa hari, kemudian akhirnya berjalan mendekati,
“Apa yang sedang kamu lakukan?” Tanya polisi itu, “Apakah kamu sedang mengganggu orang-orang yang tinggal diatas sana?”
“Tidak Pak,” Anak itu terkejut. ”Saya tinggal di apartemen itu.”
“Lalu mengapa kamu memantulkan cahaya ke atas?” Anak itu tertunduk sejenak, tampak ragu-ragu…
“Adik laki-laki saya ada disana. Umurnya enam tahun dan belum bisa berjalan. Ibu saya tidak punya uang untuk membelikannya kursi roda… Jika kami membawanya keluar dan menggendongnya, anak-anak melempari dia dengan batu. Ia tidak mau turun lagi. Jadi setiap hari saya berdiri disini dan mencoba memantulkan cahaya ke kamarnya, karena itulah satu-satunya cahaya terang yang bisa dilihatnya…”
—————
Kalau kita mau memandang lebih dalam…
Kita akan menemukan bahwa sebenarnya banyak orang yang sedang membutuhkan uluran tangan. Orang-orang yang kehilangan harapan, yang sedang menantikan suatu tanda, uluran tangan Tuhan bagi hidup mereka…
Dan tahukah kita, bahwa kita dipanggil untuk menjadi uluran tangan itu? Untuk menjadikan hidup kita ‘uluran Tangan Tuhan’ bagi orang-orang yang membutuhkan?
Sebuah cahaya yang bersinar di tengah kegelapan…